Serba Serbi

Krupuk merupakan panganan khas yang banyak digemari oleh banyak kalangan masyarakat. Tak hanya teksturnya yang renyah, rasanya yang gurih pun seakan tak dapat dipisahkan sebagai pelengkap lauk saat menyantap hidangan sehari-hari. Tak terkecuali krupuk nasi yang saat ini banyak diproduksi di desa Grujugan Kec. Cermee Kab. Bondowoso.

Salah seorang produsen krupuk nasi, Samina(48) mengaku sudah menggeluti usaha tersebut sejak empat tahun silam. “Dalam seminggu bisa sampai 10kg beras, proses pembuatannya mudah dan pendapatannya pun juga lumayan untuk menambah pendapatan” Ujarnya.

20161029_15145420161029_151337

Pembuatan krupuk nasi diakuinya tidaklah sulit. Berbahan dasar nasi yang sudah matang yang kemudian dicampur dengan tepung tapioca, bawang putih yang sudah dihaluskan, ketumbar, garam dan penyedap rasa. Nasi yang sudah tercampur dengan tepung tapioca dan bumbu tersebut lalu dikukus kemudian setelah matang diambil sedikit demi sedikit dengan sendok dan dipipihkan dengan alat penjepit kayu sederhana yang dibuatnya sendiri dan proses selanjutnya adalah pengeringan.

“Untuk mengeringkan krupuk bisa sampai dua hari saat cuaca panas terik, tapi kalau mendung bisa sampai empat hari.” Ujarnya lagi.

Krupuk nasi mentah/siap goreng yang dihasilkan dijual dengan harga Rp. 15.000,- per kg, dan krupuk nasi yang sudah siap makan dijual dengan harga Rp. 5.000,- per bungkusnya. Pemerintah desa setempat berharap dengan adanya produksi krupuk tersebut, bisa membantu perekonomian warga desa Grujugan agar lebih berkembang lagi.